Menguak dan Memberdayakan Potensi Wisata Sulawesi Selatan



Menjadi seorang pemandu wisata bukanlah cita-cita awal saya, akan tetapi nasib telah membawa saya merasakan profesi yang unik ini. Meski saat ini saya tidak lagi fokus pada dunia pemanduan, pengalaman selama 10 tahun mengantar tamu ke sejumlah obyek wisata di Pulau Jawa dan Bali telah menginspirasi saya untuk menuliskan beberapa poin penting dalam Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan.

Dilihat dari kondisi geografis, Sulawesi Selatan merupakan pintu masuk utama wisatawan yang ingin mengeksplorasi potensi wisata di berbagai penjuru pulau Sulawesi dan sekitarnya. Posisi ini menurut saya adalah sebuah poin penting bagi pengembangan dan promosi wisata di daerah ini mengingat Sulawesi Selatan memiliki banyak sekali potensi wisata kelas dunia, baik yang berlandaskan keindahan alam maupun budaya.

Pantai Losari (id.wikipedia.org)
Kita tentu pernah mendengar keelokan Pantai Losari yang menawarkan suasana romantis di sore hari. Pantai yang berada di sebelah barat Kota Makassar ini layaknya sebuah magnet bagi para wisatawan yang ingin mencicipi potensi wisata di daerah ini. Dengan keindahannya, pantai ini tidak hanya sangat terkenal bagi wisatawan, namun juga mampu menjadi salah satu ikon wisata bagi Sulawesi Selatan.

Kita juga harus mengakui bahwa Sulawesi Selatan juga sangat terkenal dengan Tana Toraja-nya yang unik dan mampu menghipnotis para wisatawan dari mancanegara sekalipun, yang selama ini telah tergerak berkunjung dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar yang tetap gigih mempertahankan serta melestarikan budaya nenek moyangnya hingga saat ini. Beragam karya seni budaya masyarakat Tana Toraja seakan tidak hilang ditelan arus modernisasi dan menjadi daya tarik unik bagi wisatawan luar negeri.

Tana Toraja (lonbong40.blogspot.com)
Memasuki ranah kehdupan alam di Sulawesi Selatan, kita akan dihadapkan pada keindahan dan kealamian Air Terjun Bantimurung.  Dengan airnya yang jernih serta lokasi pemandian yang eksotis, air terjun ini bagaikan syurga pemandian alam yang memberikan kesegaran jiwa maupun raga bagi wisatawan yang haus akan sebuah distraksi. Terlebih tidak jauh dari lokasi air terjun ini, terdapat beberapa daya tarik penunjang seperti gua alam maupun habitat asli dari beragam jenis kupu-kupu.

Air Terjun Bantimurung (goodsilalahi.blogspot.com)
Saya sendiri mengakui bahwa strategi pengembangandan promosi wisata Sulawesi Selatan selama ini sudah cukup bagus. Popularitas ketiga obyek wisata tersebut mampu diangkat dan diberdayakan oleh Pemerintah Daerah sendiri maupun masyarakat sekitar. Berbagai pembenahan dan pengembangan sarana dan prasarana telah dilakukan demi kenyamanan sekaligus keamanan para wisatawan.

Namun demikian, di tengah geliat pariwisata Indonesia yang sempat terpuruk akibat peristiwa Bom Bali beberapa tahun silam, kita tentu memerlukan teknik-teknik Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan yang efektif dan aplikatif, termasuk memberdayakan masyarakat sekitar secara optimal, baik dalam merawat dan memelihara obyek-obyek wisata tersebut maupun dalam memberikan citra postitif Sulawesi Selatan secara umum.

Pengalaman selama menjadi pemandu bagi wisatawan mancanegara ke beberapa obyek wisata di Jawa maupun Bali memberikan beberapa poin penting dalam strategi pengembangan dan promosi wisata yang dapat diterapkan di Sulawesi Selatan ini. Dari sekian banyak masukan dari tamu-tamu, setidaknya ada dua hal mendasar yang harus dilakukan untuk menguak dan mengembangkan potensi wisata di Sulawesi Selatan yaitu terkait pemeliharaan kondisi fisik obyek wisata dan penggalakan promosi.

Dari segi pemeliharaan fisik, sebagian besar tamu yang pernah saya bawa mengeluh karena tingkat kebersihan di beberapa obyek wisata yang kami kunjungi sangat memprihatinkan. Minimnya keberadaan tempat sampah membuat sebagian wisatawan, khususnya wisatawan domestik enggan membuang sisa bungkus kue, botol air mineral, ataupun makanan kecl lainnya ke tempat yang telah ditentukan mengingat letaknya yang kadang berjauhan.

Sampah di Losari (id-makassar-ewako.blogspot.com)
Permasalahan membuang sampah sembarangan ini sebenarnya sangat erat kaitannya dengan budaya masyarakat sendiri. Kesadaran untuk menjaga kebersihan masih sangat minim di negeri ini. Namun demikian, dengan sarana pendukung yang memadai, kiranya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya akan dapat terangkat.

Selain itu, permasalahan sampah ini juga dapat diminimalisir dengan menempatkan personil pengawas yang senantiasa siap untuk mengumpulkan sampah sekaligus memberikan pengertian kepada pengunjung tentang pentingnya memelihara linkungan obyek wisata dengan membuang sampah pada tempatnya.

Belajar dari pengalaman selama menginap di sejumlah hotel berbintang, saya pun mengagumi kinerja para petugas kebersihan yang hampir setiap menit berpatroli membersihan lingkungan. Jika metode ini diterapkan, setidaknya di sejumlah obyek wisata paling terkenal di Sulawesi Selatan, tentunya ikon pariwisata di daerah ini akan terangkat dengan sendirinya.

Toilet di Bantimurung (iphemuzdalifah.blogspot.com)
Lebih lanjut, kelengkapan sarana dan parasara fasilitas penunjang seperti toilet, gazebo, atau pendopo pun menjadi hal yang harus diperhatikan pengelola. Pernah ketika saya membawa grup wisatawan dari Perancis, mereka kesulitan mencari toilet karena sarana tersebut tidak lagi bisa dipakai dan tidak terurus sebagaimana mestinya. Kondisi seperti ini tentu dapat menurunkan tingkat kenyamanan wisatawan, yang kiranya akan berujung pada kesan yang tidak baik. Terlebih Provinsi ini akan menyelenggarakan event akbar “Visit South Sulawesi 2012,” tentunya kesiapan ini akan mendukung lancarnya kegiatan tersebut.


Sementara itu, dari sisi promosi, selama ini saya menemukan bahwa strategi promosi dari mulut ke mulut jauh lebih efektif. Strategi yang sebenarnya telah lama berlaku dikalangan wisatawan ini layaknya sebuah rekomendasi personal yang efeknya jauh dari yang kita bayangkan. Hal ini mengingat promosi dari mulut ke mulut dianggap sebagai promosi tulus tentang kenyataan sebenarnya dari kondisi sebuah obyek wisata di mata wisatawan sendiri.

Pernah saya berbincang dengan beberapa tamu mancanegara yang mengunjungi negeri ini hanya atas dasar pengalaman dari teman. Kesan positif dari wisatawan pendahulu mereka layaknya menjadi sebuah magnet bagi kedatangan tamu-tamu tersebut yang sebelumnya tidak pernah tahu dan mengenal obyek wisata yang mereka kunjungi, bahkan Indonesia sekalipun.

Tentu agar promosi mulut ke mulut ini benar-benar efektif, kita harus mampu membangun dan menciptakan kesan positif tentang obyek wisata itu sendiri. Demikian halnya, agar obyek-obyek wisata di Sulawesi Selatan dapat dikembangkan dan diberdayakan secara optimal, kesan positf itu harus dibangun dan diciptakan dengan melibatkan semua elemen pengelola bersama masyarakat melalui metode yang sinergis.

Selain itu, saya juga mengakui bahwa di era digital ini, strategi promosi melalui internet menjadi salah satu metode yang cukup efektif. Di daerah saya sendiri pun, sebuah obyek wisata mendadak menjadi terkenal karena update status di sosial media serta postingan dari beberapa wisatawan yang pernah berkunjung ke obyek wisata tersebut. Dalam hal ini, peran sosial media serta blogger menjadi sebuah potensi terpendam yang mulai dapat dikembangkan sebagai media promosi yang cukup efektif.

Namun demikian, saya juga semat mendengar keluhan dari seorang wisatawan bahwa obyek wisata tersebut tidak sesuai dengan yang digemborkan di dunia maya. Kondisi lingkungan yang kotor serta pelayanan yang kurang memuaskan memupuskan rekomendasi dari wisatawan tersebut ke rekan-rekannya. Untuk itulah, seberapapun baik strategi promosi sebuah obyek wisata kiranya tidak akan mampu meningkatkan jumlah wisatawan secara periodik jika tidak didukung dengan kesiapan fisik obyek wisata itu sendiri.

Singkatnya, strategi pengembangan dan promosi wisataSulawesi Selatan akan dapat teraksana secara efektif jika didukung oleh semua elemen, dengan dua poin penting yang harus senantiasa diperhatikan yaitu kondisi fisik obyek wisaya yang baik, nyaman, dan nyaman, serta strategi promosi yang benar-benar dilandaskan pada kondisi sebenarnya dari obyek wisata di Sulawesi Selatan itu sendiri. Bukan wisatawan instan yang hanya berkunjung satu kali kemudian kapok yang ingin kita raih, namun kunjungan balik dan rekomendasi mereka lah yang akan mampu mendukung Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan.

Kategori:

2 komentar:

  1. Undangan Menjadi Peserta Lomba Review Website berhadiah 30 Juta.

    Selamat Siang, setelah kami memperhatikan kualitas tulisan di Blog ini.
    Kami akan senang sekali, jika Blog ini berkenan mengikuti Lomba review
    Websitedari babastudio.

    Untuk Lebih jelas dan detail mohon kunjungi http://www.babastudio.com/review2014


    Salam
    Baba Studio

    BalasHapus
  2. Daftar tempat wisata dan artikel wisata dapat anda baca di wistaindonesiaraya.com
    Daftar batik yang ada di Indonesia dan artikel tentang batik dapat anda baca di tentangbatik.com

    BalasHapus