Mengenal Lebih Dekat Sosok Pengarang "Perempuan Berlipstik Kapur"



Meski dikenal dengan sebutan Adoh Ratu Cerak Watu, Gunungkidul memiliki segudang potensi, bukan hanya sumber daya alam kelautan yang melimpah namun juga sumber daya manusia yang mampu memainkan kiprahnya dalam bidang masing-masing untuk memajukan daerahnya. Salah satu potensi SDM daerah tersebut adalah Esti Nuryani Kasam, seorang sastrawan Gunungkidul penulis Kumpulan Cerpen "Perempuan Berlipstik Kapur," yang telah menorehkan karya sastranya dalam berbagai media.

Terlahir 35 tahun silam di Desa Sumbergiri, Ponjong, Gunungkidul, Esti Nuryani Kasam mengawali prestasinya dari SMP dengan karya-karya puisi serta artikel yang dimuat di beberapa tabloid lokal dan nasional. Bahkan pada masa tersebut, sastrawan Gunungkidul ini pernah menjuarai lomba essay keagamaan tingkat Provinsi DIY.

Dengan kegigihannya, beberapa tahun kemudian Esti Nuryani Kasam kembali memenangkan lomba penulisan ilmiah ICMI Pusat Jakarta tingkat SMA. Setelah itu, beragam prestasi tingkat provinsi, nasional, hingga internasional pun diraih oleh sastrawan Gunungkidul yang memiliki moto “Long Life Education and Work Hard” ini. Karir sebagai wartawan pun pernah beliau tekuni selepas menyelesaikan studi di SMA sehingga menambah sosok sastrawan ini lebih dekat dengan media, yang tentunya menambah peluang bagi beliau untuk memajukan karya sastranya.

Sederet prestasi telah diraih sastrawan Gunungkidul ini seperti menjadi pemenang lomba essai sastra, 100 tahun sastra Indonesia Yogya yang diadakan DKY, TBY dan PPKPS UGM, maupun publikasi cerpen, puisi dan essai  di Republika, Kedaulatan Rakyat, Surabaya Post, Bernas, Minggu Pagi, Majalah Islam Fadilah, Sabili, dan suara Muhammadiyah. Bahkan essai beliau pun juga pernah dipublikasikan dalam Jurnal Sastra Asia  Tenggara; Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) dan Pangsura (Brunei Darussalam).

Tidak hanya itu, sastrawan Gunungkidul yang super sibuk namun tetap mampu menunjukkan sumbangsihnya terhadap kemajuan sastra di Gunungkidul ini telah menularkan kepiawaiannya dalam hal karya sastra dengan menjadi pengajar kelas ekstra kurikuler di SMP N 1 Karangmojo, SMP N 1 Ponjong, dan SMA N 1 Wonosari. Sastrawan yang juga pernah menjalani karir sebagai pemandu lepas bagi turis-turis asing ini dapat disapa melalui email beliau di esti_kasam@yahoo.com.

Berikut beberapa prestasi yang pernah diraih sosok sastrawan berbakat dari Gunungkidul, Esti Nuryani Kasam:

  • Cerpennya menjadi salah satu yang terbaik, antologi “DOKUMEN JIBRIL (Republika) pada Januari 2005.
  • Antologi cerpen tunggal:RESEPSI KEMATIAN,” diluncurkan penerbit ADI WACANA GROUP; Yogyakarta, Mei 2005.
  • Antologi cerpen “ORANG GILA DILARANG TERTAWA, kata pengantar antara lain dari Prof. Dr. Melani Budianta (Gubes Sastra UI), Tahun 2007. 
  • Editor antologi cerpen “BIARLAH KUPU-KUPU MENGAJARIKU”, SMP N I Karangmojo, Gunungkidul, Tahun 2008.
  • Editor antologi cerpen “MENGEJAR SMP IMPIAN”, SMP N I Ponjong, Gunungkidul., Tahun 2008
  • Pemenang Karya Favorit tingkat mahasiswa dalam Lomba Menulis Cerita Pendek Tingkat Nasional LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD 2009, “MENCARI WAJAH IBU,” Oktober 2009. 
  • Editor antologi cerpen “PESAN DARI SURGA”, SMA N I Wonosari, Gunungkidul Tahun 2011.
  • Penulis puisi dan sutradara dramatisasi puisi “DUA GENERASI” di SMP N I Karangmojo dan SMP N I Ponjong, Tahun 2011.
  • Penulis skenario dan sutradara fragmen pendek “PAHLAWAN KELUARGA” ajang Festival Dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA, pemenang ke-3 Tahun 2011.
  • Essai terpublikasi dalam buku INDONESIA MEMAHAMI KAHLIL GIBRAN, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, Jakarta Tahun 2011.
  • Cerpennya terpublikasi dalam antologi cerpen mahasiswa, STAIN Purwokerto, “LELAKI YANG DIBELI”, Purwokerto, Tahun 2011.


Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar