Remaja Dambaan Bangsa

Sering kita miris melihat pergaulan remaja era ini. Bukan hanya tawuran antar pelajar, pakaian yang sangat minim, namun juga perilaku berpacaran yang sudah 180 derajat berubah dari jaman perjuangan dulu. Timbul suatu pertanyaan, sebenarnya remaja yang seperti ada yang menjadi dambaan bangsa?

Bukan sekedar trend lagi para remaja putri kita memakai celana pendek di tempat-tempat umum, bahkan mungkin telah menjadi kebiasaan. Dalam setiap kesempatan, seakan mereka menikmati kebiasaan tersebut tanpa mempertimbangkan lebih lanjut betapa hal itu akan menyulut beragam efek di tengah pluralitas masyarakat. Orang tua mereka pun seakan terlalu malas untuk membatasi dengan alih-alih kebebasan berekspresi dan mengikuti perubahan jaman.

Sementara itu, di tempat-tempat umum yang notabene juga menjadi pusat perhatian masyarakat, remaja saat ini seakan lelap oleh dunianya masing-masing. Bersama pasangannya, mereka tidak lagi risih berduaan dan bermesraan layaknya tak ada yang melihat. Fenomena ini tentu merupakan hasil dari sebuah proses dimana rasa malu tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan, egoisme menenggelamkan semua rasa, dan hedonisme tak lagi melihat sisi-sisi kebaikan.

Jika kita mengkaitkan fenomena ini dengan harapan akan remaja dambaan bangsa, tentu sebuah pesimisme akan muncul. Di kala realita saat ini saja seperti itu, bagaimana remaja kita di tahun-tahun yang akan datang. Tanpa mengesampingkan kemungkinan, apakah kita yakin bahwa mereka akan merubah kebiasaan-kebiasaan tersebut? Sebuah ironi di tengah kompleksitas harapan.

Kadang kita sendiri terlalu bermimpi untuk kembali ke jaman dahulu tatkala kesederhanaan dan kesahajaan tumbuh dan berkembang di hampir setiap keluarga sehingga nuansa glamor dan hura-hura hanya identik dengan segelintir keluarga di kota-kota besar. Saat ini, seiring globalisasi yang memungkinkan informasi hadir dan menjangkau seluruh pelosok negeri. kebiasaan tersebut menjadi hal-hal lumrah, yang mudah dikonsumsi oleh para remaja, yang notabene diharapkan menjadi remaja dambaan bangsa




Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar